Assalamualaikum Wr.Wb
Nama : Khairunnisa Ika Putri (19)
Kelas : XI IPS 2
Pengertian Nilai Stasioner Fungsi
Gambar 1. merupakan grafik fungsi f(x) = – (x – 1)2
+ 4. Turunan pertama dari fungsi f(x) = – (x – 1)2 + 4 adalah f '(x)
= –2(x – 1). Untuk x = 1, diperoleh f '(1) = –2(1 – 1) = 0. Oleh karena nilai f
'(1) = 0 maka fungsi f(x) = –(x – 1)2 + 4 mencapai nilai stasioner
di x = 1 dengan nilai stasioner f(1) = – (1 – 1)2 + 4 = 4.
Selanjutnya, titik (1, 4) disebut titik stasioner.
Amati f "(x) > 0 untuk x < 0, dikatakan f cekung ke atas pada x < 0, f "(x) < 0 untuk 0 < x < 2, dikatakan f cekung ke bawah pada 0 < x < 2, dan f "(x) > 0 pada x > 2, dikatakan f cekung ke atas pada x > 2. Di sekitar x = 0 (titik (0, 0)) terjadi perubahan kecekungan dari cekung ke atas menjadi cekung ke bawah sehingga titik (0, 0) merupakan titik belok grafik fungsi f.
Definisi 1 :
Diketahui fungsi y = f(x) kontinu dan dapat diturunkan (diferentiable) di x = c. Fungsi y = f(x) memiliki nilai stasioner f(c) jika f '(c) = 0 dan titik (c, f(c)) disebut titik stasioner.
Fungsi Naik dan Fungsi Turun
Fungsi
naik, fungsi
turun, dan fungsi diam (stasioner) merupakan kondisi dari
turunan pertama suatu fungsi pada suatu interval tertentu. Kondisi yang
dimaksud dapat berupa berikut.
a.
Jika f′(x)f′(x) bertanda positif, atau f′(x)>0f′(x)>0, maka kurva fungsi
dalam keadaan naik (disebut fungsi naik).
b.
Jika f′(x)f′(x) bertanda negatif, atau f′(x)<0f′(x)<0, maka kurva fungsi
dalam keadaan turun (disebut fungsi turun).
c.
Jika f′(x)f′(x) bertanda netral, atau f′(x)=0f′(x)=0, maka kurva fungsi dalam keadaan tidak
turun dan tidak naik, istilahnya kita sebut sebagai stasioner (disebut juga
fungsi diam).
Kondisi suatu fungsi y=f(x)y=f(x) dalam keadaan
naik, turun, atau diam
Diberikan fungsi y=f(x)y=f(x) dalam
interval II dengan f(x)f(x) diferensiabel
(dapat diturunkan) pada setiap xx di dalam interval II.
1.
Jika f′(x)>0f′(x)>0, maka kurva f(x)f(x) akan selalu naik
pada interval II.
2.
Jika f′(x)<0f′(x)<0, maka kurva f(x)f(x) akan selalu
turun pada interval II.
3.
Jika f′(x)=0f′(x)=0, maka kurva f(x)f(x) stasioner
(tetap/diam) pada interval II.
4.
Jika f′(x)≥0f′(x)≥0, maka kurva f(x)f(x) tidak pernah
turun pada interval II.
5.
Jika f′(x)≤0f′(x)≤0, maka kurva f(x)f(x) tidak pernah
naik pada interval II.
Perhatikan sketsa grafik suatu fungsi f(x)f(x) berikut.
Contoh Soal
x1. Interval x yang membuat kurva fungsi f(x)=x3−6x2+9x+2 selalu turun adalah ...
A. −1 < x < 3
B. 0 < x < 3
C. 1 < x < 3
D. x < 1 atau x > 3
E. x < 0 atau x > 3
Pembahasan :
Diketahui f(x)=x3−6x2+9x+2, sehingga turunan pertamanya adalah f′(x)=3x2−12x+9.
Kurva f(x) selalu turun jika diberi syarat f′(x)<0.
3x2−12x+9<0Kedua ruas dibagi dengan 3x2−4x+3<0(x−3)(x−1)<0∴1<x<3
Jadi, interval x yang membuat kurva fungsi f(x) selalu turun adalah 1<x<3
(Jawaban C)
2. Diberikan Fungsi g(x)=2x3−9x2+12x. Interval x yang memenuhi kurva fungsi g(x) selalu naik adalah ...
A. x<−2 atau x>−1
B. x<−1 atau x>2
C. x<1 atau x>2
D. 1<x<2
E. −1<x<2
Pembahasan :
Diketahui g(x)=2x3−9x2+12x, sehingga turunan pertamanya adalah g′(x)=6x2−18x+12.
Kurva g(x) selalu naik jika diberi syarat g′(x)>0.
6x2−18x+12>0Kedua ruas dibagi dengan 6x2−3x+2>0(x−2)(x−1)>0∴x<1 atau x>2
Jadi, interval x yang membuat kurva fungsi g(x) selalu naik adalah x<1 atau x>2
(Jawaban C)
3. Grafik Fungsi p(x)=x(6−x)2 tidak pernah turun dalam interval ⋯⋅
A. x≤−2 atau x≥6
B. x≤2 atau x≥6
C. x<2 atau x≥6
D. x≤2 atau x>6
E. x<2 atau x>6
Pembahasan :
Diketahui p(x)=x(6−x)2. Turunan pertama p(x) dapat dicari secara manual dengan menjabarkan seperti berikut (pangkatnya masih kecil, sehingga masih sangat memungkinkan untuk dijabarkan).
p(x)=x(6−x)2=x(36−12x+x2)=36x−12x2+x3p′(x)=36−24x+3x2
Grafik fungsi p(x) tidak pernah turun jika diberi syarat p′(x)≥0.
36−24x+3x2≥0Kedua ruas dibagi dengan 3x2−8x+12≥0(x−2)(x−6)≥0∴x≤2 atau x≥6
Jadi, interval x yang membuat grafik fungsi p(x) tidak pernah turun adalah x≤2 atau x≥6
(Jawaban B)
4. Grafik Fungsi Ï€(x)=x3+3x2+5 tidak pernah naik untuk nilai-nilai ⋯⋅
A. −2≤x≤0
B. −2≤x<0
C. −2<x≤0
D. x≤−2 atau x≥0
E. −2<x<0
Pembahasan :
Diketahui Ï€(x)=x3+3x2+5, sehingga turunan pertamanya adalah Ï€′(x)=3x2+6x.
Grafik fungsi Ï€(x) tidak pernah naik jika diberi syarat Ï€′(x)≤0.
3x2+6x≤0Kedua ruas dibagi dengan 3x2+2x≤0x(x+2)≤0∴−2≤x≤0
Jadi, interval x yang membuat grafik fungsi Ï€(x) tidak pernah turun adalah −2≤x≤0
(Jawaban A)
5. Diberikan fungsi R(x)=x3−3x2+3x−2. Nilai-nilai x dari fungsi tersebut mengakibatkan kurva fungsi R(x) ⋯⋅
A. tidak pernah naik
B. tidak pernah turun
C. bisa naik, bisa turun
D. selalu turun
E. selalu naik
Pembahasan :
Diketahui R(x)=x3−3x2+3x−2.
Turunan pertamanya adalah R′(x)=3x2−6x+3. Selanjutnya, kita akan mencari titik stasioner fungsi tersebut, yakni saat R′(x)=0.
3x2−6x+3=0Kedua ruas dibagi dengan 3x2−2x+1=0(x−1)2=0x=1
Perhatikan bahwa pada ekspresi (x−1)2, kita mendapati bahwa nilai darinya tidak mungkin bertanda negatif (ingat bahwa semua bilangan real yang dikuadratkan tidak akan bertanda negatif), sehingga grafik fungsi R(x) tidak pernah turun, melainkan stasioner (tetap) atau naik, seperti yang tampak pada sketsa gambar berikut.
(Jawaban B)
Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar