8. Tentukan pers garis singgung pada kurva y=x^4 -7x^2+20 di titik yg berabsis 2
Persamaan garis singgug
y = x⁴ - 7x² + 20 titik singgung (x,y) x= 2 , y = (2⁴) - 7(2²) + 20 = 8
gradien garis m = y' = 4x³ - 14x x = 2 , m = 4(8)- 14(2) = 32 -28 = 4
pers garis singgung y - y1 = m( x - x1) y- 8 = 4(x - 2) y = 4x - 8 + 8 y = 4x
9. Garis yang menyinggung kurva y = 12 - x4 dan tegak lurus dengan x - 32y = 48 mempunyai persamaan ...
y = 12 - x4 y' = - 4x3
Persamaan garis dari soal : x - 32y = 48 32y = x - 48 Garis ini memiliki gradien
Karena garis singgungnya tegak lurus dengan garis ini maka m1.m2 = -1 m2= -32 m2 ini adalah gradien garis singgung, sehingga sama dengan turunan y' = -32 - 4x3 = -32 x3 = 8 x = 2 y = 12 - x4 = 12-24 = -4 Persamaan garis singgungnya adalah y - y1 = m(x - x1) y + 4 = -32(x - 2) y + 4 = -32x + 64 y = -32x + 60
MENGGAMBAR GRAFIK FUNGSI DENGAN TURUNAN PERTAMA DAN TURUNAN KEDUA
Kurva suatu fungsi dapat digambar dengan menganalisis beberapa konsep turunan, yaitu fungsi naik atau turun, titik optimum (maksimum atau minimum), titik stasioner, dan titik belok. Fungsi naik dan fungsi turun dapat kita amati pada sebuah bola yang dilemparkan ke atas. Pergerakan bola dari titik di permukaan menuju titik tertinggi merupakan kurva naik. Sedangkan pergerakan bola dari titik tertinggi menuju titik di permukaan merupakan fungsi turun.
Titik optimum (maksimum atau minimum) dinyatakan jika gradien suatu fungsinya sama dengan nol (m = 0). Karena gradien sama dengan turunan pertama dari fungsi tersebut maka turunan pertama dari fungsi sama dengan nol (f'(x) = 0). Titik tersebut dinyatakan dengan titik stasioner. Beberapa sifat dari turunan pertama dan kedua yang menyatakan titik stasioner, optimum, dan titik belok suatu fungsi pada x1 dapat kita nyatakan sebagai berikut:
f'(x1) = 0, maka titik (x1, f(x1)) disebut titik stasioner,
f'(x1) = 0 dan f''(x1)>0, maka titik (x1, f(x1)) disebut titik minimum,
f'(x1) = 0 dan f''(x1)<0, maka titik (x1, f(x1)) disebut titik maksimum,
f''(x1) = 0, maka titik (x1, f(x1)) disebut titik belok.
Langkah - Langkah Menggambar Grafik Fungsi Menggunakan Turunan
Berikut langkah-langkah mengambar grafik suatu fungsi menggunakan turunan :
i). Menentukan titik potong (tipot) dengan sumbu-sumbu koordinat (sumbu X dan sumbu Y).
Titik potong sumbu X, substitusi y=0y=0 .
Titik potong sumbu Y, substitusi x=0x=0 .
ii). Menentukan titik-titik stasioner dan jenisnya (titik balik minimum, titik balik maksimum, dan titik belok).
iii). Menentukan titik bantuan lain agar grafiknya lebih mudah sketsa, atau bisa juga secara umum menentukan nilai yy untuk xx besar positif dan untuk xx besar negatif.Contoh :
1). Gambarlah grafik kurva y=3x2−x3y=3x2−x3.
Penyelesaian :
i). Menentukan titik potong pada sumbu-sumbu :
*). Tipot sumbu X, substitusi y=0
y=0
y=0→y 0=3x2−x3
3x2−x3=0
x2(3−x)
x=0 ∨ x =3
Sehingga titik potong sumbu X adalah (0,0) dan (3,0).
*). Tipot sumbu Y, substitusi x=0
y=3x2−x3 = 3.02−03 = 0y = 3x2−x3 = 3.02−03 = 0
Sehingga titik potong sumbu Y adalah (0,0).
ii). Menentukan titik-titik stasioner,
Fungsi : y=3x2−x3
f′(x)=6x−3x2f′(x)=6x−3x2 dan f′′(x)=6−6x
*). Syarat stasioner : f′(x)=0
f′(x)=0
6x−3x2=0
3x(2−x)=0
x=0 v x =2
Untuk x=0x=0 , nilai stasionernya f(0)=3.02−03=0
titik stasionernya (0,0) .
Untuk x=2x=2 , nilai stasionernya f(2)=3.22−23=4
titik stasionernya (2,4).
*). Menentukan jenis stasionernya, gunakan turunan kedua : f′′(x)=6−6xf′′(x)=6−6x
Untuk x=0→f′′(0)=6−6.0=6x=0→f′′(0)=6−6.0=6 (positif) , jenisnya minimum.
Untuk x=2→f′′(2)=6−6.2=−6x=2→f′′(2)=6−6.2=−6 (negatif) , jenisnya maksimum.
Artinya titik (0,0) adalah titik balik minimum dan titik (2,4) adalah titik balik maksimum.
iii). Berdasarkan fungsi y=3x2−x3,y=3x2−x3, kita substitusi beberapa nilai xx yaitu :
Untuk xx semakin besar, nilai yy semakin besar negatif (ke bawah) dan untuk xx semakin kecil, nilai yy semakin besar positif (ke atas).
2. Gambarkan grafik berikut dengan menggunakan konsep turunan. Titik stasioner diperoleh berada di titik (1, -1) sebagai berikut: Interval naik atau turun pada fungsi: Pada fungsi tidak terdapat titik belok karena 2 tidak sama dengan nol, sepertii berikut:Titik optimum berada di titik (1, -1) dengan melakukan uji titik stasioner ke turunan kedua fungsi, , dimana f''(x)=2>0. Sehingga grafik fungsi dengan konsep turunan pada soal dapat kita gambarkan seperti di bawah ini:Contoh soal 1
Perhatikan gambar dibawah ini.
Contoh soal fungsi kuadrat nomor 8
Koordinat titik potong grafik dengan sumbu X adalah… A. (-1, 0) dan (-8, 0) B. (-1, 0) dan (8, 0) C. (1, 0) dan (-8, 0) D. (1, 0) dan (8, 0) E. (2, 0) dan (5, 0)
Pembahasan / penyelesaian soal
Berdasarkan grafik fungsi kuadrat diatas kita ketahui:
titik balik xp = 9/2
titik balik yp = -49/4
y = 8
xp = -b 9
2 . a = 2
Sehingga kita dapat a = 2
2 = 1 dan b = -9.
yp = -(b2 – 4 . a . c) -49
4 . a = 4
b2 – 4 . a . c = 49 92 – 4 . 1 . c = 49 81 – 4c = 49 atau 4c = 81 – 49 = 32 c = 32
4 = 8
Jadi persamaan fungsi kuadrat grafik diatas adalah: y = ax2 + bx + c y = xp – 9x + c Untuk menentukan titik potong x kita lakukan pemfaktoran sebagai berikut: xp – 9x + 8 = 0 (x1 – 8) (x2 – 1) = 0 x1 = 8 dan x2 = 1
Jadi titik potong sumbu X adalah (8,0) dan (1,0). Soal ini jawabannya D.
Contoh soal 2
Selidikilah apakah grafik fungsi berikut memotong sumbu X, menyinggung sumbu X atau tidak memotong sumbu X.
y = x2 + 9x + 20
y = 2x2 – 3x + 1
Pembahasan / penyelesaian soal
a = 1 dan D = b2 – 4ac = 92 – 4 . 1 . 20 = 81 – 80 = 1. Karena a > 0 dan D > 0 maka grafik fungsi kuadrat memotong sumbu X.
a = 2 dan D = b2 – 4ac = -32 – 4 . 2 . 1 = 9 – 8 = 1. Karena a > 0 dan D > 0 maka grafik fungsi kuadrat memotong sumbu X.
Contoh soal 3
Perhatikan gambar fungsi kuadrat dibawah ini.
Contoh soal 5 fungsi kuadrat
Persamaan fungsi kuadrat grafik diatas adalah… A. y = x2 – 2x + 15 B. y = x2 – 2x – 15 C. y = x2 + 2x + 15 D. y = x2 – 8x – 15 E. y = x2 – 8x + 15
Pembahasan / penyelesaian soal
Berdasarkan grafik fungsi kuadrat diatas kita ketahui:
x1 = -5
x2 = -3
y = 15
Fungsi kuadrat dibentuk dengan cara sebagai berikut:
y = a (x – x1) (x – x2)
y = a (x – (-5)) (x – (-3))
y = a (x + 5) (x + 3)
y = a (x2 + 3x + 5 x + 15)
y = a (x2 + 8x + 15)
Selanjutnya kita tentukan nilai a dengan subtitusi nilai x = 0 dan y = 15 sehingga didapat:
Gambar 1. merupakan grafik fungsi f(x) = – (x – 1)2
+ 4. Turunan pertama dari fungsi f(x) = – (x – 1)2 + 4 adalah f '(x)
= –2(x – 1). Untuk x = 1, diperoleh f '(1) = –2(1 – 1) = 0. Oleh karena nilai f
'(1) = 0 maka fungsi f(x) = –(x – 1)2 + 4 mencapai nilai stasioner
di x = 1 dengan nilai stasioner f(1) = – (1 – 1)2 + 4 = 4.
Selanjutnya, titik (1, 4) disebut titik stasioner.
Amati f "(x) > 0 untuk x < 0, dikatakan f cekung ke atas pada x < 0, f "(x) < 0 untuk 0 < x < 2, dikatakan f cekung ke bawah pada 0 < x < 2, dan f "(x) > 0 pada x > 2, dikatakan f cekung ke atas pada x > 2. Di sekitar x = 0 (titik (0, 0)) terjadi perubahan kecekungan dari cekung ke atas menjadi cekung ke bawah sehingga titik (0, 0) merupakan titik belok grafik fungsi f.
Definisi 1 :
Diketahui fungsi y = f(x) kontinu dan dapat diturunkan (diferentiable) di x = c. Fungsi y = f(x) memiliki nilai stasioner f(c) jika f '(c) = 0 dan titik (c, f(c)) disebut titik stasioner.
Fungsi Naik dan Fungsi Turun
Fungsi
naik, fungsi
turun, dan fungsi diam (stasioner) merupakan kondisi dari
turunan pertama suatu fungsi pada suatu interval tertentu. Kondisi yang
dimaksud dapat berupa berikut.
a.Jika f′(x)f′(x) bertanda positif, atau f′(x)>0f′(x)>0, maka kurva fungsi
dalam keadaan naik (disebut fungsi naik).
b.Jika f′(x)f′(x) bertanda negatif, atau f′(x)<0f′(x)<0, maka kurva fungsi
dalam keadaan turun (disebut fungsi turun).
c.Jika f′(x)f′(x) bertanda netral, atau f′(x)=0f′(x)=0, maka kurva fungsi dalam keadaan tidak
turun dan tidak naik, istilahnya kita sebut sebagai stasioner (disebut juga
fungsi diam).
Kondisi suatu fungsi y=f(x)y=f(x) dalam keadaan
naik, turun, atau diam
Diberikan fungsi y=f(x)y=f(x) dalam
interval II dengan f(x)f(x) diferensiabel
(dapat diturunkan) pada setiap xx di dalam interval II.
1.Jika f′(x)>0f′(x)>0, maka kurva f(x)f(x) akan selalu naik
pada interval II.
2.Jika f′(x)<0f′(x)<0, maka kurva f(x)f(x) akan selalu
turun pada interval II.
3.Jika f′(x)=0f′(x)=0, maka kurva f(x)f(x) stasioner
(tetap/diam) pada interval II.
4.Jika f′(x)≥0f′(x)≥0, maka kurva f(x)f(x) tidak pernah
turun pada interval II.
5.Jika f′(x)≤0f′(x)≤0, maka kurva f(x)f(x) tidak pernah
naik pada interval II.
Perhatikan sketsa grafik suatu fungsi f(x)f(x) berikut.
Contoh Soal
x1. Interval x yang membuat kurva fungsi f(x)=x3−6x2+9x+2 selalu turun adalah ...
A. −1 < x < 3
B. 0 < x < 3
C. 1 < x < 3
D. x < 1 atau x > 3
E. x < 0 atau x > 3
Pembahasan :
Diketahui f(x)=x3−6x2+9x+2, sehingga turunan pertamanya adalah f′(x)=3x2−12x+9. Kurva f(x) selalu turun jika diberi syarat f′(x)<0. 3x2−12x+9<0Kedua ruas dibagidengan3x2−4x+3<0(x−3)(x−1)<0∴1<x<3 Jadi, interval x yang membuat kurva fungsi f(x) selalu turun adalah 1<x<3 (Jawaban C)
2. Diberikan Fungsi g(x)=2x3−9x2+12x. Interval x yang memenuhi kurva fungsi g(x) selalu naik adalah ... A. x<−2 atau x>−1 B. x<−1 atau x>2 C. x<1 atau x>2 D. 1<x<2 E. −1<x<2
Pembahasan :
Diketahui g(x)=2x3−9x2+12x, sehingga turunan pertamanya adalah g′(x)=6x2−18x+12. Kurva g(x) selalu naik jika diberi syarat g′(x)>0. 6x2−18x+12>0Kedua ruas dibagidengan6x2−3x+2>0(x−2)(x−1)>0∴x<1ataux>2 Jadi, interval x yang membuat kurva fungsi g(x) selalu naik adalah x<1ataux>2 (Jawaban C)
3. Grafik Fungsi p(x)=x(6−x)2 tidak pernah turun dalam interval ⋯⋅ A. x≤−2 atau x≥6 B. x≤2 atau x≥6 C. x<2 atau x≥6 D. x≤2 atau x>6 E. x<2 atau x>6
Pembahasan :
Diketahui p(x)=x(6−x)2. Turunan pertama p(x) dapat dicari secara manual dengan menjabarkan seperti berikut (pangkatnya masih kecil, sehingga masih sangat memungkinkan untuk dijabarkan). p(x)=x(6−x)2=x(36−12x+x2)=36x−12x2+x3p′(x)=36−24x+3x2 Grafik fungsi p(x) tidak pernah turun jika diberi syarat p′(x)≥0. 36−24x+3x2≥0Kedua ruas dibagidengan3x2−8x+12≥0(x−2)(x−6)≥0∴x≤2ataux≥6 Jadi, interval x yang membuat grafik fungsi p(x) tidak pernah turun adalah x≤2ataux≥6 (Jawaban B)
4. Grafik Fungsi Ï€(x)=x3+3x2+5 tidak pernah naik untuk nilai-nilai ⋯⋅ A. −2≤x≤0 B. −2≤x<0 C. −2<x≤0 D. x≤−2 atau x≥0 E. −2<x<0
Pembahasan :
Diketahui Ï€(x)=x3+3x2+5, sehingga turunan pertamanya adalah Ï€′(x)=3x2+6x. Grafik fungsi Ï€(x) tidak pernah naik jika diberi syarat Ï€′(x)≤0. 3x2+6x≤0Kedua ruas dibagidengan3x2+2x≤0x(x+2)≤0∴−2≤x≤0 Jadi, interval x yang membuat grafik fungsi Ï€(x) tidak pernah turun adalah −2≤x≤0 (Jawaban A)
5. Diberikan fungsi R(x)=x3−3x2+3x−2. Nilai-nilai x dari fungsi tersebut mengakibatkan kurva fungsi R(x)⋯⋅ A. tidak pernah naik B. tidak pernah turun C. bisa naik, bisa turun D. selalu turun E. selalu naik
Pembahasan :
Diketahui R(x)=x3−3x2+3x−2. Turunan pertamanya adalah R′(x)=3x2−6x+3. Selanjutnya, kita akan mencari titik stasioner fungsi tersebut, yakni saat R′(x)=0. 3x2−6x+3=0Kedua ruas dibagidengan3x2−2x+1=0(x−1)2=0x=1 Perhatikan bahwa pada ekspresi (x−1)2, kita mendapati bahwa nilai darinya tidak mungkin bertanda negatif (ingat bahwa semua bilangan real yang dikuadratkan tidak akan bertanda negatif), sehingga grafik fungsi R(x) tidak pernah turun, melainkan stasioner (tetap) atau naik, seperti yang tampak pada sketsa gambar berikut.