Assalamualaikum Wr.Wb
Nama : Khairunnisa Ika Putri (19)
Kelas : XI IPS 2
PERTUMBUHAN
Pertumbuhan merupakan kenaikan atau pertambahan nilai suatu besaran terhadap besaran sebelumnya. Peristiwa yang termasuk dalam pertumbuhan adalah pertambahan penduduk dan perhitungan bunga majemuk di bank. Terdapat dua jenis pertumbuhan, yaitu pertumbuhan eksponensial dan pertumbuhan linier.
Rumus pertumbuhan eksponensial :
Rumus pertumbuhan linear :
Dimana:
nilai besaran setelah
periode
nilai besaran di awal periode
tingkat pertumbuhan
banyaknya periode pertumbuhan
Contoh Soal
1. Banyaknya bakteri pada satu telapak tangan yang kotor meningkat 2% secara eksponensial setiap satu jam sekali. Saat ini, terdapat bakteri sebanyak 150.000 pada sebuah telapak tangan. Hitunglah banyaknya bakteri setelah satu jam kemudian!
Jawab:


jam
Banyaknya bakteri setelah satu jam:



bakteri
2. Banyak penduduk kota A setiap tahun meningkat 2% secara eksponensial dari tahun sebelumnya. Tahun 2013 penduduk di kota A sebanyak 150.000 orang. Hitung banyak penduduk pada tahun 2014 dan 2023!
Jawab:

Banyak penduduk pada tahun 2014 (artinya 1 tahun setelah 2013, maka n = 1):

Banyak penduduk pada tahun 2023 (n=2023-2013=10):

PELURUHAN
Peluruhan merupakan penurunan atau pengurangan nilai suatu besaran terhadap nilai besaran sebelumnya. Peristiwa yang termasuk dalam peluruhan (penyusutan) di antaranya adalah peluruhan zat radioaktif dan penurunan harga barang.
Rumus peluruhan linear:

Rumus peluruhan eksponensial:

Dimana:
nilai besaran setelah
periode
nilai besaran di awal periode
tingkat peluruhan
banyaknya periode peluruhan
Contoh Soal
1. Suatu bahan radioaktif yang semula berukuran 100 gram mengalami reaksi kimia sehingga menyusut sebanyak 5% dari ukuran sebelumnya setiap 6 jam secara eksponensial. Tentukan ukuran bahan radioaktif tersebut setelah 1 hari!
Jawab:



Ukuran bahan radioaktif setelah 1 hari:




gram
2. Suatu bahan radioaktif yang semula berukuran 125 gram mengalami reaksi kimia sehingga menyusut 12% dari ukuran sebelumnya setiap 12 jam secara eksponensial. Tentukan ukuran bahan radioaktif tersebut setelah 3 hari!
Jawab:

Peluruhan terjadi setiap 12 jam, sehari peluruhan terjadi 2 kali, 3 hari = 72 jam terjadi 6 kali peluruhan.


BUNGA
Bunga (suku bunga) atau bank interest adalah pertambahan jumlah modal yang diberikan oleh bank untuk para nasabahnya dengan dihitung dari presentase modal uang nasabah dan lamanya menabung. Bunga juga bisa diberikan oleh pemberi pinjaman kepada pinjaman. Bunga ada dua jenis yaitu bunga tunggal dan bunga majemuk. Berikut ini perbedaannya :
BUNGA TUNGGAL
Bunga tunggal adalah bunga yang diberikan berdasarkan perhitungan modal awal, sehingga bunga hanya memiliki satu variasi saja (tetap) dari awal periode sampai akhir periode. Contohnya saat menabung di bank, kita akan mendapatkan bunga yang tetap tiap-tiap periode.
Modal adalah jumlah dari yang dibungakan, modal awal merupakan modal yang dikeluarkan pada awal waktu usaha dan sebelum dibungakan. Modal akhir adalah hasil dari modal yang dibungakan.Sedangkan suku bunga dinyatakan dalam persentase tiap satuan waktu.
Rumus bunga tunggal pada akhir periode :
Rumus besarnya modal pada akhir periode :
Dimana:
bunga
modal awal
modal pada akhir periode – 
periode
tingkat suku bunga (persentase)
Contoh Soal
1. Koperasi Simpan Pinjam memberikan pinjaman kepada anggotanya dengan bunga 2% per bulan. Jika Adi meminjam uang sebesar Rp. 500.000,00 dengan jangka waktu pengembalian 2 bulan, tentukan besar bunga setiap bulannya dan besar uang yang harus dikembalikan sesuai jangka waktu yang telah ditentukan!
Jawab:


bulan
Maka, besar bunga setiap bulannya adalah:



Besar uang yang harus dikembalikan setelah 2 bulan:




2. Rina mempunyai uang sebesar Rp.2.500.00,00 uang itu beliau tabung di Bank dengan bunga 11% pertahun. Setelah 2 tahun Rina mengambil uangnya, berapa uang yang diterima Rina?
Jawab :
Modal = Rp.2.500.00,00
Suku bunga = 11 %
Lamanya = 2 tahun
B = 2.500.00 x 11 % x 2 = 550.000
Jumlah uang = 2.500.000 + 550.000 = 3050.000
Jadi, jumlah uang yang diterima sehabis 2 tahun ialah Rp.3.050.000,00
BUNGA MAJEMUK
Bunga majemuk adalah bunga yang dihitung berdasarkan jumlah modal yang digunakan ditambah dengan akumulasi bunga yang telah terjadi. Bunga semacam ini biasanya disebut bung ayang dapat berbunga. Perhitungan dalam bunga majemuk menggunakan perhitungan deret geometri.
Contoh Soal
1. Sebuah bank memberi pinjaman kepada nasabahnya atas bunga majemuk 3% per tahun. Jika seorang nasabah meminjam modal sebesar Rp. 5.000.000,00 dan bank membungakan majemuk per bulan, berapakah modal yang harus dikembalikan setelah 1 tahun?
Jawab:


bulan
Modal yang harus dikembalikan setelah 1 tahun (12 bulan) adalah:





2. Tentukan bunga majemuk pada kondisi seperti berikut = modal Rp 1.000,00 selama 3 tahun dengan bunga majemuk 5%.
Jawaban:
Diketahui Modal = 1.000.000 dan bunga majemuk 5% pertahun
Maka Bunga yang didapatkan setelah 3 tahun adalah :
Bunga tahun 1 = 5% x 1.000.000 = 50.000
Bunga tahun 2 = 5% x 1.050.000 = 52.500
Bunga tahun 3 = 5% x 1.102.000 = 55.125
Total bunga selama 3 tahun adalah 157.625
ANUITAS
Anuitas adalah sistem pembayaran atau penerimaan secara berurutan dengan jumlah dan jangka waktu yang tetap (tertentu). Jika suatu pinjaman akan dikembalikan secara anuitas, maka terdapat tiga komponen yang menjadi dasar perhitungan, yaitu:
1. Besar pinjaman
2. Besar bunga
3. Jangka waktu dan jumlah periode pembayaran
Anuitas yang diberikan secara tetap pada setiap akhir periode mempunyai dua fungsi yaitu membayar bunga atas hutang dan mengangsur hutang itu sendiri, sehingga:
Anuitas = Bunga atas hutang + Angsuran hutang
Jika hutang sebesar
mendapat bunga sebesar
per bulan dan anuitas sebesar
, maka dapat ditentukan:
Besar bunga pada akhir periode ke-
:

Besar angsuran pada akhir periode ke-
:

Sisa hutang pada akhir periode ke-
:

Contoh Soal :
1. Sebuah pinjaman akan segera di lunasi dengan sistem anuitas bulanan. Jika besar dari angsuran Rp. 85.000, dan bunganya sebesar Rp. 315.000,00. Maka tentukanlah berapa jumlah dari anuitas tersebut ?
Jawab :
Diketahui :
An = Rp 85.000
Bn = Rp 315.000
Ditanya = AN .….. ?
Dijawab :
AN = An + Bn
AN = Rp 85.000 + Rp 315.000
AN = Rp 400.000
Jadi, jumlah dari nilai anuitas dari soal di atas ialah = Rp 400.000.
2. Sebuah pinjaman akan segera di lunasi dengan sistem anuitas bulanan. Jika besar anuitas nya Rp 600.000,00. Maka tentukanlah berapa angsuran ke-5 jika bunga ke-5 nya ialah sebesar Rp 415.000,00 ?
Jawab:
Diketahui :
AN = Rp 600.000
Bn = Rp 415.000
Ditanya : An ..….. ?
Dijawab :
AN = An + Bn
Rp 600.000 = An + Rp 415.000
An = Rp 600.000 – Rp 415.000
An = Rp 185.000
Jadi, jumlah nilai dari angsurannya ialah sebesar = Rp 185.000.
3. Hutang sebesar Rp 1.000.000,00 akan segera di lunasi dengan anuitas sebesar Rp 125.000,00 per bulan nya, dengan suku bunganya sekitar 2% sebulan. Maka hitunglah berapa besarnya angsuran ke-5 ?
Jawab :
Diketahui :
M = Rp 1.000.000,00.
A = 125.000; i = 2% = 0,02.
Ditanya : a5 ..… ?
Dijawab :
An = ( A – iM ) ( 1 + i ) n – 1.
A5 = ( Rp 125.000 – 0,02 x Rp 1.000.000 ( 1,02 ) 5 – 1.
= ( Rp 125.000 – Rp 20.000) ( 1,02 ) 4.
= Rp 105.000 ( 1,08243216 ).
= Rp 113,655,3768.
= Rp 113.655,38.
Jadi, besarnya angsuran ke-5 pada contoh di atas ialah = Rp 113,655,38.
DAFTAR PUSTAKA
- https://www.studiobelajar.com/bunga-tunggal-majemuk-anuitas/
- https://blog.ruangguru.com/pertumbuhan-dan-peluruhan-matematika
- https://www.edura.id/blog/matematika/pengertian-bunga/
- https://matematikamudah10.blogspot.com/2019/05/contoh-soal-dan-pembahasan-bunga_4.html
- https://haloedukasi.com/contoh-soal-bunga-majemuk
- https://rumus.co.id/contol-soal-anuitas/